POLA JABAR - Kota Bandung kembali membuktikan diri sebagai barometer inovasi olahraga di Indonesia. Pada Minggu, 18 Januari 2026, derap langkah para pelari menggema di tangga darurat Menara BRI, Jalan Asia Afrika.
Momen ini menandai sejarah baru dengan digelarnya Bandung Tower Run 2026, ajang lari vertikal pertama di gedung bertingkat yang memadukan tantangan fisik dengan ikon sejarah kota.
Kegiatan yang diinisiasi oleh komunitas Pelari Segala Medan Indonesia (PSMI) ini dibuka secara resmi oleh Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan.
Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa ajang ini bukan sekadar perlombaan, melainkan potensi besar bagi pertumbuhan ekonomi kreatif.
“Ini pertama kalinya Bandung punya Tower Run. Dan tentu saja, tower yang paling ikonik untuk itu adalah Menara BRI di kawasan Alun-alun,” ujar Farhan.
Meskipun diselenggarakan oleh komunitas yang relatif baru, Bandung Tower Run dinilai sukses memperkaya ragam cabang olahraga non konvensional di Kota Kembang. Dukungan penuh pun datang dari Pemerintah Kota Bandung melalui Dispora, KORMI, serta kemitraan strategis dengan BRI.
Berbeda dengan lari jalanan (road run), lari vertikal menuntut stamina dan kekuatan otot yang luar biasa. Para peserta ditantang menaklukkan 16 lantai tangga darurat. Menariknya, rata-rata titik lelah peserta muncul di lantai empat, namun hal tersebut justru menjadi daya tarik tersendiri.
Selain aspek tantangan, lari di dalam gedung menawarkan keunggulan logistik. “Hujan atau panas tidak jadi masalah. Kita tetap bisa lari karena dilakukan di dalam gedung,” ungkap Farhan.
Edisi perdana ini diikuti oleh 105 peserta dengan latar belakang usia yang sangat kontras. Peserta termuda tercatat berusia 14 tahun, sementara semangat luar biasa ditunjukkan oleh Suratman, pelari paling senior yang berusia 76 tahun. Kehadiran Suratman menjadi bukti nyata bahwa usia bukanlah penghalang untuk tetap aktif.