POLA JABAR - Ada sebuah ungkapan populer yang menyebutkan bahwa hewan kurban yang gemuk akan menjadi kendaraan bagi pemiliknya saat melewati jembatan shirath kelak. Benarkah hal tersebut memiliki landasan kuat dalam agama?

Ungkapan ini sering dikaitkan dengan hadits yang berbunyi, "Gemukkanlah hewan-hewan kurban kalian, karena sungguh hewan itu adalah kendaraan kalian saat melewati shirath kelak." Namun, para pakar hadits seperti Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani menilai sanad hadits ini lemah (dhaif).

Walaupun secara tekstual dianggap lemah, para ulama mengambil hikmah bahwa "kendaraan" yang dimaksud adalah pahala kurban tersebut akan memudahkan sang pemilik melewati rintangan di akhirat. Sebagaimana hadits riwayat Al-Baihaqi, daging kurban akan menjadi cahaya bagi pemiliknya di hari kiamat. Oleh karena itu, jemaah tetap dianjurkan memilih hewan terbaik dan paling gemuk sebagai bentuk totalitas dalam beribadah.

Terlepas dari status kendaraannya, memberikan yang terbaik untuk Allah adalah bukti kualitas iman yang sesungguhnya.***