POLA JABAR - Tes TOEFL (Test of English as a Foreign Language) menjadi salah satu syarat penting bagi siapa pun yang ingin melanjutkan studi atau bekerja di luar negeri.

Tes ini mengukur kemampuan bahasa Inggris seseorang dalam empat aspek utama, yaitu membaca, mendengarkan, berbicara, dan menulis. Namun, berapa sebenarnya skor TOEFL yang dianggap ideal?

Secara umum, skor TOEFL ideal bergantung pada tujuan dan kebutuhan masing-masing individu.

TOEFL memiliki dua format, yaitu TOEFL iBT (Internet-Based Test) dan TOEFL ITP (Institutional Testing Program).

Untuk TOEFL iBT, skor maksimum adalah 120 poin.

  • Jika ingin mendaftar ke universitas ternama di luar negeri seperti Harvard atau Oxford, rata-rata skor yang dibutuhkan berkisar antara 100–110.
  • Universitas lain umumnya mensyaratkan skor minimal 80–90 agar dapat diterima.
  • Sementara untuk kebutuhan kerja internasional, skor 80 ke atas sudah menunjukkan kemampuan bahasa Inggris yang cukup baik dan profesional.

Sedangkan untuk TOEFL ITP, skor maksimum adalah 677 poin.

  • Untuk melanjutkan pendidikan di luar negeri, umumnya dibutuhkan skor minimal 550.
  • Sementara beberapa perusahaan multinasional atau lembaga pemerintahan di Indonesia biasanya menetapkan batas skor minimal 500–530 sebagai standar kemampuan bahasa Inggris yang memadai.

Semakin tinggi skor TOEFL yang diperoleh, semakin besar pula peluang untuk diterima di universitas bergengsi atau perusahaan internasional.