POLA JABAR – Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data terbaru yang menunjukkan harga beras mengalami penurunan pada September 2025.

Kondisi ini menjadi salah satu faktor yang menahan laju inflasi bulanan, yang tercatat sebesar 0,21 persen month to month (mtm).

Berdasarkan publikasi BPS, harga beras justru tercatat turun 0,13 persen secara bulanan pada September, sekaligus menjadi salah satu komoditas penyumbang deflasi.

Padahal, dalam empat tahun terakhir, beras biasanya mengalami kenaikan harga di periode yang sama.

Deputi Bidang Statistik Produksi BPS, M. Habibullah, menjelaskan penurunan harga ini didorong oleh meningkatnya pasokan gabah pada masa panen gadu di musim kemarau.

Selain itu, penggunaan stok gabah di penggilingan yang melimpah serta program penyaluran beras SPHP juga turut menekan harga.

“Rata-rata harga beras di penggilingan turun 0,62 persen dibanding bulan sebelumnya, meski secara tahunan masih naik 5,83 persen,” terang Habibullah saat konferensi pers, Rabu 1 September 2025.

Ia menambahkan, harga beras kualitas premium turun 0,72 persen month to month, sementara beras medium turun 0,54 persen.

BPS juga mencatat adanya penurunan harga beras di tingkat grosir dan eceran.