POLA JABAR - Banyak yang mengira bahwa kartu tarot berasal dari tradisi mistis kuno yang gelap. Namun, catatan sejarah menunjukkan sisi yang sangat berbeda. Tarot sebenarnya memiliki akar sejarah yang cukup panjang di benua Eropa, tepatnya pada abad ke-15, jauh sebelum dikaitkan dengan dunia ramal-meramal.

Isi: Kartu tarot pertama kali muncul di Italia sekitar tahun 1440-an dengan nama tarocchini. Pada awalnya, kartu ini tidak digunakan untuk meramal, melainkan sebagai alat permainan kartu yang populer di kalangan bangsawan, mirip dengan permainan bridge modern. Set kartu yang paling terkenal dari era ini adalah Visconti-Sforza, yang dibuat untuk keluarga bangsawan di Milan.

Baru pada akhir abad ke-18, para okultis di Prancis mulai menghubungkan simbol-simbol pada kartu ini dengan tradisi kuno Mesir dan mulai menggunakannya sebagai sarana esoteris. Perkembangan besar terjadi pada tahun 1909 ketika Arthur Edward Waite dan Pamela Colman Smith merilis kartu Rider-Waite-Smith, yang hingga kini menjadi standar kartu tarot paling populer di seluruh dunia karena ilustrasinya yang kaya akan makna.

Perjalanan tarot dari sekadar kartu permainan menjadi alat spiritual menunjukkan betapa dinamisnya budaya manusia. Memahami sejarahnya membantu kita melihat tarot secara lebih objektif sebagai produk seni dan sejarah yang luar biasa.***