POLA JABAR - Banyak yang belum menyadari bahwa saat masinis menarik tuas rem darurat (emergency brake), kereta tidak akan langsung berhenti di titik tersebut. Ada jarak tempuh yang cukup jauh sebelum rangkaian kereta benar-benar statis.

Jarak pengereman sangat bergantung pada kecepatan, beban rangkaian, dan kondisi cuaca. Sebagai gambaran, kereta yang melaju dengan kecepatan 100-120 km/jam membutuhkan jarak sekitar 800 meter hingga 1,6 kilometer untuk berhenti total setelah rem diaktifkan.

Sistem pengereman kereta bekerja dengan menggunakan tekanan udara (air brake). Udara bertekanan dialirkan melalui pipa di sepanjang rangkaian untuk menekan sepatu rem ke roda. Proses pengisian udara ke seluruh gerbong ini membutuhkan waktu beberapa detik, sehingga pengereman tidak terjadi secara instan di seluruh rangkaian secara bersamaan.

Dengan jarak pengereman yang mencapai satu kilometer lebih, mustahil bagi kereta untuk menghindari objek yang tiba-tiba muncul di perlintasan dalam jarak dekat.***