POLA JABAR - Banyak yang belum menyadari bahwa pemikiran RA Kartini sudah menyentuh ranah politik dan ekonomi. Ia tidak hanya bicara soal hak perempuan, tetapi juga peduli pada nasib rakyat Jawa yang saat itu hidup dalam kemiskinan akibat kebijakan kolonial.

Dalam surat terakhirnya kepada Nyonya Abendanon, Kartini menunjukkan kematangan berpikir yang luar biasa. Ia berani menganalisis bahwa akar kemiskinan masyarakat Jawa saat itu bukan karena kemalasan, melainkan karena beban pajak yang berat akibat kebijakan pemerintah Hindia-Belanda sendiri.

Pemikiran kritis seperti inilah yang kemudian menjadi landasan bagi kaum pergerakan antikolonial di Indonesia. Selain itu, Kartini juga sempat berencana menulis sebuah saga atau kisah sejarah tanah Jawa. Hal ini menunjukkan betapa besar rasa cintanya terhadap tanah air dan keinginannya untuk mencerdaskan bangsa lewat tulisan sejarah.

Kartini adalah seorang pemikir lintas disiplin yang sudah memikirkan nasib bangsanya jauh melampaui masanya.***