POLA JABAR – Mayoritas tahun, bulan Ramadhan berlangsung selama 29 hari.

Namun dalam kondisi tertentu, jika bulan sabit tidak terlihat pada 29 Ramadhan, masa puasa akan digenapkan menjadi 30 hari.

Pakar falak dari Darul Huffaz Learning Centre Singapura, Firdaus Yahya, menjelaskan bahwa pada masa kenabian, Ramadhan lebih sering 29 hari dibanding 30 hari.

Ia mencontohkan, dalam sepuluh tahun Hijriyah awal, hanya tahun keenam dan ketujuh yang Ramadhan berlangsung 30 hari karena posisi hilal di bawah ufuk.

Berdasarkan perhitungan Muhammadiyah, Ramadhan 1447 H atau Ramadhan 2026 akan berlangsung 30 hari, dimulai pada 18 Februari 2026 dan berakhir pada 19 Maret 2026.

Sementara itu, penentuan lamanya Ramadhan menurut NU, pemerintah, dan beberapa ormas Islam lain akan diketahui setelah melakukan rukyatul hilal pada 29 Ramadhan 1447 H, kemudian ditetapkan 1 Syawal 1447 H melalui sidang isbat.

Dengan informasi ini, masyarakat bisa merencanakan ibadah puasa dan persiapan Hari Raya Idul Fitri dengan lebih matang.***