POLA JABAR — Semangat inklusivitas menggema dalam gelaran Bunyi Festival Inclusive Concert 2026, sebuah pertunjukan kreatif yang tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga menyuarakan pentingnya kesetaraan dalam industri kreatif.

Bunyi Festival 2026 akan digelar pada 1 Mei mendatang di Kurito Coffee & Eatery.
Diinisiasi oleh Noise Creator Indonesia, festival ini menjadi ruang kolaborasi lintas komunitas, musisi, hingga akademisi dari Bandung dan Jakarta. 

Lebih dari sekadar konser, acara ini hadir sebagai gerakan kreatif yang mendorong terbentuknya ekosistem hiburan yang inklusif dan berkelanjutan.

Mengusung tema “Aku Dengan Caraku”, Bunyi Festival membuka ruang ekspresi bagi individu dari berbagai latar belakang, termasuk anak-anak dengan kebutuhan khusus. Salah satu sorotan utama datang dari siswa Noise Creative School, sebuah program pelatihan musik berbasis inklusif.

Para siswa tampil penuh percaya diri membawakan karya musik hasil proses pembelajaran mereka. 

Penampilan tersebut menjadi bukti bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk berkarya, bahkan di panggung profesional.

Tidak hanya menonjolkan aspek inklusivitas, festival ini juga mengedepankan nilai keberlanjutan. 

Seluruh instrumen musik yang digunakan merupakan hasil karya Noise Creative Lab, yang mengolah material daur ulang menjadi alat musik bernilai artistik tinggi. 

Inisiatif ini menunjukkan bahwa inovasi dalam industri kreatif dapat berjalan beriringan dengan kepedulian terhadap lingkungan.