POLA JABAR – Istilah buy the dip atau membeli saham saat harganya sedang turun sedang populer di kalangan investor.
Logikanya sederhana: beli saat murah, jual saat mahal.
Namun, bagi pemula, strategi ini bisa menjadi bumerang jika tidak dilakukan dengan perhitungan matang. Alih-alih untung, kamu bisa saja terjebak dalam tren penurunan yang belum berakhir.
Berikut adalah strategi buy the dip yang aman agar modalmu tetap terjaga:
1. Jangan Gunakan Seluruh Modal Sekaligus
Kesalahan fatal pemula adalah melakukan all-in saat harga baru turun sedikit. Kita tidak pernah tahu di mana titik terendah (bottom) sebuah harga. Gunakan metode mencicil secara bertahap (misalnya 20% dari dana cadangan setiap kali terjadi penurunan signifikan) agar harga rata-rata kamu tetap kompetitif.
2. Hanya Pilih Saham Market Leader
Buy the dip sangat berisiko jika diterapkan pada saham lapis ketiga yang kinerjanya buruk. Fokuslah pada saham blue chip atau pemimpin pasar yang memiliki rekam jejak keuangan solid. Saham-saham ini memiliki peluang jauh lebih besar untuk membalut kerugian dan kembali naik saat IHSG pulih.