POLA JABAR – Aki merupakan jantung dari sistem kelistrikan kendaraan yang berperan vital, mulai dari menyalakan mesin (starting) hingga menyuplai daya untuk lampu dan AC.
Masalah pada aki sering kali menjadi penyebab utama mobil mogok di tengah perjalanan mudik yang padat. Untuk menghindari risiko tersebut, pemilik kendaraan sangat disarankan melakukan pengecekan kondisi aki secara mandiri sebelum berangkat ke kampung halaman.
Berikut adalah panduan praktis memeriksa kondisi aki mobil agar performa kendaraan tetap prima selama perjalanan jauh:
1. Perhatikan Indikator Warna pada Aki
Bagi pengguna aki kering (maintenance free), biasanya terdapat lubang intip kecil yang berfungsi sebagai indikator kondisi sel di dalamnya. Warna biru atau hijau umumnya menandakan aki dalam kondisi baik. Warna putih menunjukkan aki butuh pengisian daya (recharge), sementara warna merah atau bening menjadi sinyal bahwa aki sudah lemah dan harus segera diganti.
2. Periksa Kebersihan Terminal Aki
Buka kap mesin dan periksa kedua kutub atau terminal aki (positif dan negatif). Pastikan tidak ada jamur putih atau kerak yang menempel. Jamur ini dapat menghambat aliran listrik dari aki ke komponen mesin. Jika ditemukan kerak, Anda bisa membersihkannya secara mandiri menggunakan sikat kawat atau menyiramnya perlahan dengan air panas hingga bersih.
3. Cek Ketinggian Air Aki (Untuk Aki Basah)
Jika mobil Anda menggunakan aki basah, pastikan volume cairan berada di antara garis lower dan upper. Jangan biarkan air aki berada di bawah garis minimal, karena dapat merusak sel-sel di dalamnya dan memperpendek usia pakai aki. Gunakan air aki botol biru untuk menambah volume jika diperlukan.