POLAJABAR.COM - Pada hari Rabu, 24 Juni 2026, wilayah Kabupaten Cianjur dikejutkan oleh serangkaian aktivitas seismik dengan dua kali guncangan gempa yang tercatat dangkal. Kejadian ini memicu kewaspadaan warga, meskipun dampaknya belum terkonfirmasi secara luas.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur segera melakukan pemantauan intensif pasca-kejadian tersebut. Hingga kini, lembaga tersebut menyatakan belum menerima laporan resmi mengenai adanya kerusakan fisik pada bangunan di wilayah terdampak.

Menurut data resmi yang dirilis oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa pertama kali terjadi pada waktu subuh, sekitar pukul 03.47 WIB. Kekuatan gempa awal ini tercatat mencapai magnitudo 3,2 Skala Richter.

Episentrum atau pusat gempa pertama tersebut berada pada koordinat geografis 6,83 Lintang Selatan dan 107,06 Bujur Timur. Lokasi ini mengindikasikan bahwa getaran dirasakan di darat, berjarak sekitar 8 kilometer dari pusat Kabupaten Cianjur.

Lebih lanjut, BMKG menginformasikan bahwa kedalaman hiposenter gempa pertama tergolong sangat dangkal. Pusat gempa tersebut berada pada kedalaman hanya 6 kilometer di bawah permukaan tanah.

Selang waktu tidak lama kemudian, sekitar 21 menit setelah gempa pertama, Cianjur kembali merasakan guncangan susulan. Gempa kedua ini memiliki kekuatan yang sedikit lebih kecil, yaitu magnitudo 2,4 SR.

Dilansir dari BMKG, mengenai gempa pertama disebutkan bahwa "gempa pertama dengan kekuatan magnitudo 3,2 terjadi pada sekitar pukul 03.47 WIB."

Terkait dampak dari rangkaian gempa tersebut, disebutkan oleh pihak berwenang bahwa "BPBD Cianjur belum mendapatkan laporan bangunan rusak akibat gempa tersebut."

Gempa susulan yang terjadi tak lama berselang ini menegaskan bahwa wilayah Cianjur masih berada dalam zona aktivitas tektonik yang memerlukan pemantauan berkelanjutan dari lembaga terkait.