POLA JABAR – Tes TOEFL menjadi salah satu syarat penting dalam proses rekrutmen di sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Tes ini digunakan untuk mengukur kemampuan bahasa Inggris calon pegawai, terutama dalam membaca, menulis, mendengar, dan berbicara.
Meskipun tidak semua BUMN mensyaratkan skor TOEFL, beberapa perusahaan besar seperti Telkom Indonesia, Pertamina, dan Bank Mandiri biasanya mencantumkan batas minimal nilai TOEFL sebagai bagian dari seleksi administrasi.
Berikut daftar skor minimal yang umumnya diminta:
1. Telkom Indonesia
Sebagai perusahaan teknologi dan telekomunikasi terbesar di Indonesia, Telkom Indonesia kerap mensyaratkan skor TOEFL minimal 500 (ITP) atau setara iBT 61–70.
Kemampuan bahasa Inggris menjadi penting karena banyak divisi Telkom yang berinteraksi dengan mitra dan vendor luar negeri.
2. Pertamina
Pertamina biasanya meminta skor TOEFL minimal 475–500 (ITP) untuk posisi staf dan 525 ke atas untuk posisi manajerial.