POLAJABAR.COM - Musim kemarau yang terus berlanjut di Kabupaten Pangandaran kini telah memicu krisis air bersih yang serius bagi sebagian besar warganya. Kondisi ini memaksa warga untuk menghadapi kesulitan mendapatkan kebutuhan dasar berupa air minum dan sanitasi sehari-hari.

Saat ini, dampak kekeringan telah menyentuh ratusan kepala keluarga di wilayah tersebut. Tercatat, sebanyak 406 Kepala Keluarga (KK) atau setara dengan 1.229 jiwa secara langsung terdampak oleh ketiadaan sumber air yang memadai.

Ketergantungan warga yang terdampak kini sepenuhnya beralih pada bantuan distribusi air bersih dari pihak terkait. Hal ini menunjukkan betapa mendesaknya kebutuhan air bersih di tengah panjangnya musim kering yang melanda.

Data resmi yang dihimpun oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pangandaran menjadi acuan utama dalam memetakan wilayah mana saja yang paling rentan. Data ini menunjukkan skala permasalahan yang dihadapi pemerintah daerah.

Wilayah yang teridentifikasi mengalami dampak kekeringan parah mencakup empat kecamatan utama. Kecamatan tersebut adalah Mangunjaya, Padaherang, Kalipucang, dan Parigi, yang kini menjadi fokus utama penanganan darurat.

Kondisi ini diperkirakan akan memburuk apabila tidak ada perubahan signifikan dalam pola cuaca ke depan. Pihak berwenang memprediksi bahwa dampak krisis air ini akan terus meluas ke area lain jika intensitas hujan tidak kunjung meningkat.

"Hingga saat ini, tercatat sebanyak 406 Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 1.229 jiwa terdampak kekeringan dan sangat bergantung pada bantuan pasokan air bersih," demikian data yang disampaikan oleh pihak berwenang setempat.

"Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pangandaran menunjukkan sebaran wilayah terdampak mencakup Kecamatan Mangunjaya, Padaherang, Kalipucang, dan Parigi," menurut keterangan resmi BPBD Pangandaran yang diterima publik.

"Kondisi ini diprediksi akan terus meluas ke wilayah lain jika intensitas hujan tidak kunjung meningkat," sebuah peringatan penting disampaikan oleh instansi terkait mengenai potensi perkembangan situasi di masa mendatang.