POLA JABAR – Rencana penerapan redenominasi rupiah atau penyederhanaan nilai mata uang Indonesia diyakini akan membawa sejumlah dampak bagi masyarakat dan dunia usaha.

Meski tidak mengubah nilai tukar maupun daya beli, kebijakan ini tetap memerlukan penyesuaian di berbagai sektor ekonomi.

Bagi masyarakat umum, redenominasi diharapkan dapat membuat transaksi keuangan menjadi lebih sederhana dan efisien.

Jumlah angka yang lebih sedikit pada harga barang maupun nilai uang akan memudahkan dalam pencatatan keuangan dan mengurangi potensi kesalahan dalam transaksi. 

Selain itu, redenominasi juga diharapkan dapat menumbuhkan rasa percaya diri terhadap stabilitas ekonomi nasional.

Namun, di tahap awal penerapannya, masyarakat mungkin akan memerlukan waktu untuk beradaptasi.

Pemerintah perlu memastikan edukasi publik berjalan optimal agar tidak terjadi kebingungan antara uang lama dan uang baru selama masa transisi.

Sementara bagi dunia usaha, redenominasi dapat memberikan keuntungan dari sisi efisiensi administrasi, terutama dalam pembukuan, sistem akuntansi, dan transaksi digital.

Perusahaan akan lebih mudah melakukan penghitungan dan pelaporan keuangan tanpa beban angka nol yang terlalu panjang.