POLA JABAR - Kota Bandung kembali menghadapi tantangan besar dalam pengelolaan kebersihan. Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengungkapkan bahwa timbulan sampah baru di Kota Bandung mengalami peningkatan signifikan hingga 20 persen dari biasanya.
Total produksi sampah yang semula berada di angka 1.500 ton per hari, kini membengkak menjadi sekitar 1.800 ton. Lonjakan ini diperparah dengan pengurangan kuota pembuangan ke TPA Sarimukti serta antrean kendaraan pengangkut yang semakin panjang karena harus berbagi ruang dengan daerah lain di Bandung Raya.
Menyikapi hal tersebut, Wali Kota Farhan kini tengah menyusun roadmap penanganan sampah bersama Menteri Lingkungan Hidup. Langkah ini diambil sebagai respons atas rencana pemerintah pusat yang akan menutup seluruh TPA dengan sistem open dumping pada Desember 2026. Farhan menekankan bahwa solusi yang diambil harus ramah lingkungan dan tidak menimbulkan polusi baru bagi masyarakat.
Penyusunan strategi jangka panjang ini diharapkan mampu menjadi jawaban sebelum krisis sampah di Kota Kembang semakin tidak terkendali.***