POLA JABAR – Dalam program bantuan sosial (bansos), pemerintah menggunakan sistem desil untuk memetakan tingkat kesejahteraan masyarakat ke dalam 10 kelompok, mulai dari Desil 1 sebagai yang paling rendah hingga Desil 10 sebagai yang paling tinggi.
Lalu, apa sebenarnya yang dimaksud dengan Desil 5?
Desil 5 menggambarkan kelompok menengah bawah yang relatif stabil, yaitu keluarga yang kondisinya lebih baik dibanding Desil 1–4, namun belum termasuk kategori mampu.
Kelompok ini umumnya tidak masuk prioritas utama penerima bantuan, tetapi masih berpeluang menerima beberapa jenis bansos.
Beberapa program yang memungkinkan penerima hingga Desil 5 antara lain:
- Program sembako (BPNT)
- Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI-JK)
- ATENSI Rehabilitasi Sosial
- Program bantuan lain yang tidak membatasi penerima hanya pada Desil 1–4
Dalam proses penentuan kelayakan, pemerintah menggunakan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) dan data Regsosek untuk memetakan kondisi sosial ekonomi keluarga secara lebih akurat.
Sistem desil menjadi acuan penting agar penyaluran bansos benar-benar tepat sasaran dan sesuai kebutuhan masyarakat.***