POLA JABAR – Momen Idul Fitri 1447 H sering kali identik dengan pengeluaran yang melonjak tajam. Mulai dari biaya mudik, membeli baju baru, hingga membagikan amplop Lebaran untuk sanak saudara di kampung halaman.
Tanpa perencanaan yang matang, uang Tunjangan Hari Raya (THR) yang diterima bisa habis dalam sekejap, menyisakan dompet yang "kering" sebelum akhir bulan.
Agar kondisi finansial tetap stabil setelah masa liburan usai, diperlukan strategi pengaturan uang yang disiplin. Berikut adalah beberapa langkah cerdas yang bisa Anda terapkan:
Buat Anggaran Prioritas
Langkah pertama adalah memisahkan dana berdasarkan prioritasnya. Pastikan kebutuhan utama setelah Lebaran, seperti biaya makan harian, tagihan listrik, dan cicilan, sudah disisihkan terlebih dahulu. Jangan gunakan seluruh uang yang ada untuk keperluan konsumtif di hari raya.
Idealnya, alokasikan maksimal 50% dari THR untuk kebutuhan Lebaran, sementara sisanya disimpan untuk kebutuhan rutin.
Batasi Anggaran "Salam Tempel"
Memberikan uang saku atau salam tempel kepada keponakan dan saudara sudah menjadi tradisi. Namun, Anda harus realistis dengan kemampuan finansial sendiri. Tentukan batas total maksimal untuk anggaran ini dan bagilah sesuai dengan jumlah saudara yang akan ditemui.
Jangan sampai karena ingin terlihat royal, Anda justru mengorbankan dana darurat pribadi.