POLA JABAR – Setelah menyelesaikan shalat, sangat dianjurkan untuk tidak terburu-buru beranjak.

Salah satu dzikir yang diajarkan Rasulullah SAW untuk dibaca setelah salam adalah doa memohon keselamatan. Di bulan Ramadhan yang penuh rahmat, dzikir ini menjadi pengingat bahwa segala kesejahteraan yang kita rasakan hanyalah titipan dari Allah SWT.

Bacaan Dzikir Setelah Shalat (Wirid)

اَللّٰهُمَّ أَنْتَ السَّلَامُ وَمِنْكَ السَّلَامُ وَإِلَيْكَ يَعُوْدُ السَّلَامُ فَحَيِّنَا رَبَّنَا بِالسَّلَامِ وَأَدْخِلْنَا الْـجَنَّةَ دَارَ السَّلَامِ تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ يَا ذَاالْـجَلَالِ وَاْلإِكْرَامِ

Allaahumma antas-salaam wa minkas-salam wa ilaika ya‘udus-salaam fahayyinaa rabbanaa bis-salam wa adkhilnaal-jannata daaras-salam tabaarakta rabbanaa wa ta‘alaita yaa dzal-jalaali wal-ikram

Artinya: "Ya Allah Engkaulah Dzat yang memberi keselamatan (kesejahteraan), dari-Mu keselamatan (kesejahteraan) datang, dan kepada-Mu segala keselamatan (kesejahteraan) itu kembali. Maka hidupkanlah kami ya Allah dengan selamat (sejahtera), masukkan kami ke dalam surga rumah keselamatan (kesejahteraan), Engkaulah Dzat yang Mahasuci, wahai Tuhan kami, dan Engkaulah Dzat yang Mahaluhur, wahai Tuhan yang memiliki keagungan dan kemuliaan."

Keutamaan Dzikir Ini:

  • Menenangkan Hati dan Pikiran: Menyebut nama Allah sebagai As-Salaam (Maha Memberi Keselamatan) memberikan rasa aman dan damai dalam menjalani hari-hari puasa.
  • Harapan Masuk Surga: Di dalam dzikir ini, kita secara spesifik memohon untuk dimasukkan ke dalam Daarus Salam atau rumah keselamatan (Surga).
  • Mengakui Keagungan Allah: Kalimat penutup dzikir ini mengakui bahwa Allah adalah pemilik kemuliaan dan keagungan tertinggi, sehingga menumbuhkan rasa rendah hati (tawadhu) pada diri kita.***