POLA JABAR – Di belahan dunia lain, ada negara-negara yang memiliki nilai mata uang sangat rendah sehingga warganya harus membawa berlembar-lembar uang hanya untuk membeli kebutuhan pokok.
Pernahkah Anda membayangkan harus membayar jutaan unit mata uang hanya untuk mendapatkan sekilo beras atau secangkir kopi? Fenomena ini biasanya disebabkan oleh inflasi yang tidak terkendali, konflik berkepanjangan, atau ketergantungan ekonomi yang sangat berat.
Berikut adalah 5 negara dengan nilai mata uang terendah di dunia saat ini (data kurs fluktuatif per Januari 2026):
1. Rial Iran (IRR)
Rial Iran secara konsisten menempati urutan pertama sebagai mata uang terlemah di dunia. Sanksi ekonomi internasional, gejolak politik, dan tingginya angka inflasi menjadi penyebab utamanya.
Di pasar bebas, nilai 1 Dollar AS bisa setara dengan ratusan ribu Rial. Akibatnya, pemerintah Iran bahkan sempat merencanakan penggantian nama mata uang dari Rial menjadi "Toman" dengan memangkas empat angka nol untuk mempermudah transaksi masyarakat.
2. Dong Vietnam (VND)
Berbeda dengan Iran, rendahnya nilai Dong Vietnam bukan semata-mata karena krisis, melainkan karena proses transisi ekonomi dari sistem terpusat ke pasar bebas.
Meski nilainya rendah (1 Dollar AS setara sekitar 25.000 - 26.000 VND), ekonomi Vietnam sebenarnya termasuk yang paling stabil dan tumbuh pesat di Asia Tenggara. Namun tetap saja, bagi wisatawan, memegang uang jutaan Dong di dompet memberikan sensasi menjadi "jutawan dadakan".