POLAJABAR.COM - Kondisi pusat Kota Tasikmalaya saat ini disebut tampak muram dan semrawut oleh sejumlah pengamat dan warga setempat. Permasalahan ini muncul akibat minimnya penanganan cepat terhadap dua fasilitas publik yang dianggap vital bagi denyut nadi kota.
Dua titik utama yang memicu keluhan warga dan menjadi sorotan adalah kerusakan infrastruktur trotoar yang sudah berlangsung lama serta gangguan pada sistem lalu lintas. Kedua masalah ini secara signifikan mengurangi kenyamanan dan keamanan publik di jantung kota.
Fasilitas pertama yang menjadi perhatian adalah lubang raksasa yang menganga di trotoar Jalan Empang, khususnya di kawasan kuliner Pasar Mambo. Kerusakan ini dilaporkan telah terbengkalai dan tidak ditangani oleh pihak terkait selama hampir setahun penuh.
Sementara itu, fasilitas vital kedua yang mengalami gangguan adalah lampu lalu lintas yang mati total di area Simpang Empat Masjid Agung. Kondisi ini menyebabkan ketidaklancaran arus kendaraan dan meningkatkan potensi terjadinya kemacetan serta potensi kecelakaan.
Secara spesifik, lubang besar tersebut berlokasi di Jalan Empang, Kelurahan Yudanegara, Kecamatan Cihideung. Lubang tersebut memiliki kedalaman lebih dari satu meter dan lebar mencapai tiga meter, mengancam pejalan kaki di tengah aktivitas ekonomi Pasar Mambo.
Kondisi kerusakan infrastruktur yang berlarut-larut ini memicu reaksi keras dari masyarakat. Warga mulai melontarkan sindiran pedas terhadap kinerja pemerintah daerah dalam pemeliharaan fasilitas umum.
Sindiran tersebut bahkan sampai menyebutkan bahwa kota tersebut seolah-olah sedang beroperasi dalam mode 'autopilot' karena kurangnya intervensi perbaikan yang terlihat. Hal ini menunjukkan adanya kekecewaan mendalam publik terhadap responsifitas pemerintah kota.
Gangguan pada lampu lalu lintas di Simpang Empat Masjid Agung juga menjadi isu krusial. Area tersebut merupakan persimpangan padat yang membutuhkan pengaturan lalu lintas yang baik untuk menjaga kelancaran mobilitas warga.
Dikutip dari artikel yang diterbitkan, warga mengungkapkan kekecewaannya atas lambatnya penanganan masalah ini. "Sebuah lubang raksasa di trotoar Jalan Empang, sekitar kawasan kuliner Pasar Mambo yang sudah telantar hampir setahun," merupakan salah satu deskripsi yang disampaikan mengenai kondisi jalan tersebut.
