POLA JABAR – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bandung kini memperkuat kolaborasi lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) demi menangani persoalan kesehatan mental serta penguatan karakter pelajar secara komprehensif.
Langkah strategis ini merupakan tindak lanjut dari arahan Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, yang menekankan pentingnya membangun ketahanan mental anak sejak usia dini, mulai dari jenjang TK, SD, hingga SMP.
Kepala Disdik Kota Bandung, Asep Saeful Gufron, menjelaskan bahwa penguatan kesehatan mental siswa sebenarnya telah bergulir sejak tahun 2025. Salah satu program unggulannya adalah pendekatan bela negara yang melibatkan sinergi antara TNI dan Polri.
“Program ini diluncurkan Pak Wali Kota untuk membangun pola pikir positif, kemandirian, tanggung jawab, dan ketahanan mental agar anak-anak tidak mudah terprovokasi atau terintimidasi. Tahun lalu, prioritas kami adalah siswa kelas 9 SMP karena mereka berada di fase transisi yang paling rentan,” ujar Asep di Pendopo Kota Bandung, Jumat (6/2/2026).
Dalam implementasinya, Disdik tidak bergerak sendiri. Kolaborasi erat dijalin bersama Dinas Kesehatan (Dinkes), Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A), serta Dinas Sosial (Dinsos).
“Penanganan kesehatan mental tidak bisa berdiri sendiri. Harus kolaboratif karena persoalan anak menyentuh berbagai aspek, mulai dari pendidikan hingga perlindungan sosial,” tegasnya.
Sebagai ujung tombak di sekolah, guru Bimbingan Konseling (BK) se-Kota Bandung akan segera dikumpulkan untuk mendapatkan penguatan kapasitas. Disdik juga menggandeng Himpunan Psikologi Indonesia (Himpsi) untuk memberikan pelatihan sekaligus pemetaan kompetensi bagi para guru BK.
Tujuan utamanya adalah agar guru BK mampu melakukan deteksi dini terhadap perubahan perilaku, pola pikir, serta potensi risiko pada siswa di sekolah masing-masing.
“Guru BK akan dibekali keilmuan oleh para psikolog agar lebih tajam membaca situasi psikologis siswa. Usia SMP adalah masa yang sangat krusial; arah pola pikir mereka sangat bergantung pada bagaimana kita membimbingnya,” jelas Asep.