POLA JABAR – Harga minyak mentah dunia tercatat mengalami penurunan drastis pada perdagangan Rabu pagi, 8 April 2026. Penurunan ini terjadi sebagai reaksi pasar atas pengumuman gencatan senjata antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.

Berdasarkan data perdagangan, harga minyak dunia merosot antara 13 hingga 17 persen. Sentimen utama dipicu oleh pernyataan Presiden AS Donald Trump pada Selasa malam yang menyetujui gencatan senjata bilateral selama dua pekan dengan Iran. Selain itu, Iran dikabarkan telah sepakat untuk menjamin keamanan jalur pelayaran di Selat Hormuz, yang merupakan jalur vital distribusi energi dunia.

Pada pukul 00.17 WIB, harga minyak mentah Brent untuk kontrak Juni turun 12,6 persen menjadi 91,92 dolar AS per barel. Ini merupakan momen pertama kalinya sejak 23 Maret harga Brent jatuh di bawah level 92 dolar AS.

Penurunan lebih tajam terjadi pada minyak mentah WTI untuk kontrak Mei yang merosot hingga 16,6 persen ke posisi 94,10 dolar AS per barel. Melemahnya harga minyak dunia ini diprediksi akan memberikan dampak signifikan terhadap stabilitas harga energi global dalam beberapa pekan ke depan.

Para pelaku pasar kini terus memantau perkembangan stabilitas di kawasan Timur Tengah tersebut. Pasalnya, jika kesepakatan ini terus berjalan kondusif, tekanan inflasi energi global yang sempat melonjak diperkirakan akan mulai mereda.***