POLA JABAR - Selain lonjakan volume sampah, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung kini harus memutar otak akibat kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi yang berdampak langsung pada biaya pengangkutan sampah.

Wali Kota Muhammad Farhan menyebutkan bahwa kenaikan harga solar dari Rp14.000 menjadi Rp23.000 per liter telah membuat biaya operasional truk pengangkut sampah membengkak hingga dua kali lipat. Kondisi ini menjadi beban berat bagi anggaran daerah yang sudah dialokasikan sebelumnya.

Berdasarkan perhitungan teknis, jika tidak ada penyesuaian atau efisiensi anggaran, dana yang tersedia saat ini diprediksi hanya mampu menopang operasional pengangkutan sampah hingga akhir Oktober 2026 saja. Saat ini, Pemkot Bandung tengah mengkaji berbagai opsi mulai dari efisiensi rute operasional hingga penyusunan strategi baru agar pelayanan kebersihan kepada warga tidak terhenti di tengah jalan.

Masyarakat pun diimbau untuk mulai mengurangi produksi sampah dari rumah guna membantu meringankan beban operasional yang kian tinggi.***