POLA JABAR – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) mengawali perdagangan awal pekan ini dengan posisi yang kurang menguntungkan. Pada Senin 2 Februari 2026 pagi, IHSG terpantau langsung melorot sesaat setelah pasar dibuka.
Data terbaru menunjukkan IHSG melemah sebanyak 70,36 poin atau turun sekitar 0,84 persen. Dengan penurunan tersebut, kini IHSG berada di posisi 8.259,25. Kondisi ini membuat para investor harus lebih jeli memantau pergerakan pasar sepanjang hari ini.
Saham Unggulan Tetap Positif
Meski IHSG secara keseluruhan sedang turun, kabar baik datang dari kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45. Berbeda dengan indeks utama, kelompok saham LQ45 justru tercatat mengalami kenaikan tipis sebesar 0,91 poin atau naik 0,11 persen ke posisi 834,44.
Kenaikan pada saham-saham pilihan ini menunjukkan bahwa masih ada minat beli pada perusahaan-perusahaan besar yang memiliki kinerja stabil, meskipun kondisi pasar sedang mengalami tekanan jual.
Para analis menyarankan agar para pelaku pasar tetap tenang dan memperhatikan sentimen ekonomi global maupun domestik yang terjadi pekan ini.
Fluktuasi di awal pekan seperti ini adalah hal yang lumrah terjadi di pasar modal dan biasanya akan kembali menyesuaikan seiring masuknya data ekonomi terbaru.***