POLA JABAR – Saat pasar saham atau IHSG sedang tidak stabil, tidak semua saham akan jatuh dengan kedalaman yang sama.

Ada beberapa sektor yang dikenal sebagai sektor defensive, yaitu sektor yang kinerjanya cenderung stabil meski kondisi ekonomi sedang lesu atau pasar sedang bearish.

Investor cerdas biasanya melirik sektor ini untuk meminimalkan risiko portofolio.

Berikut adalah 5 sektor saham yang dikenal paling tahan banting:

1. Sektor Consumer Non-Cyclicals (Barang Konsumsi Primer)

Apapun kondisi ekonominya, orang tetap butuh makan, minum, dan mandi. Perusahaan yang memproduksi kebutuhan pokok cenderung memiliki pendapatan yang stabil karena produknya selalu dicari. Saham di sektor ini biasanya menjadi pelarian aman saat pasar sedang tidak menentu.

2. Sektor Perbankan (Finansial)

Di Indonesia, sektor perbankan merupakan tulang punggung IHSG. Bank-bank besar (big banks) memiliki fundamental yang sangat kuat dan rutin membagikan dividen. Meski harganya bisa ikut turun saat pasar anjlok, mereka biasanya memiliki kemampuan pemulihan (recovery) yang paling cepat dibanding sektor lainnya.

3. Sektor Kesehatan (Healthcare)