POLA JABAR – Saat melihat berita IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan) berwarna merah atau turun, banyak orang menganggap itu hanya urusan orang kaya atau investor kelas atas.

Padahal, pergerakan angka di bursa saham memiliki efek domino yang bisa menyentuh hingga ke meja makan kita.

Bagaimana penurunan IHSG memengaruhi harga kebutuhan pokok? Berikut penjelasannya secara sederhana:

1. Melemahnya Nilai Tukar Rupiah

Sering kali, penurunan IHSG terjadi bersamaan dengan keluarnya modal asing dari Indonesia. Hal ini membuat nilai tukar Rupiah cenderung melemah. Saat Rupiah melemah, biaya impor bahan baku (seperti gandum, kedelai, atau bahan bakar) menjadi lebih mahal. Akibatnya, harga produk olahan di pasar pun ikut terkerek naik.

2. Biaya Produksi Perusahaan Meningkat

Perusahaan-perusahaan besar yang terdaftar di bursa saham adalah produsen kebutuhan harian kita. Jika nilai perusahaan mereka turun di bursa saham akibat sentimen ekonomi yang buruk, perusahaan mungkin mengalami kesulitan pendanaan. Untuk menjaga keuntungan, salah satu langkah yang sering diambil adalah menaikkan harga jual produk ke konsumen.

3. Penurunan Daya Beli

IHSG yang turun terus-menerus biasanya mencerminkan kondisi ekonomi yang sedang lesu. Dalam situasi ini, ekspansi bisnis melambat dan kepercayaan diri masyarakat untuk berbelanja menurun. Jika barang di pasar tetap mahal sementara pendapatan masyarakat tetap, maka daya beli akan melemah, yang pada akhirnya membebani ekonomi rumah tangga.