POLA JABAR – Federasi Sepak Bola Indonesia (PSSI) resmi mengakhiri kerja sama dengan Indra Sjafri, pelatih Timnas U22, setelah evaluasi kinerja tim di SEA Games 2025.

Keputusan ini diumumkan oleh Ketua Badan Tim Nasional (BTN) PSSI, Sumardji, Selasa, 16 Februari 2025, di Jakarta.

Pemberhentian Indra dikaitkan dengan kegagalan Garuda Muda menembus babak semifinal. Timnas U22 tidak mampu menjadi juara Grup C yang dihuni Filipina dan gagal lolos melalui jalur runner-up terbaik setelah dikalahkan Malaysia.

Target minimal tim adalah meraih medali perak, satu tingkat lebih rendah dari pencapaian SEA Games 2023 di Kamboja, saat tim ini berhasil membawa pulang medali emas.

Meski begitu, Sumardji menekankan bahwa keputusan ini diambil secara profesional dan kolektif.

Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga itu menyebut tidak ada pihak yang disalahkan secara pribadi, termasuk Wakil Ketua Umum PSSI I Zainudin Amali, yang sebelumnya memutuskan untuk menunjuk Indra kembali sebagai pelatih SEA Games 2025.

“Ini tanggung jawab kami bersama di federasi, terutama terkait SEA Games. Keputusan ini bukan person to person,” jelas Sumardji, dikutip dari Antara.

Dengan berakhirnya kerja sama ini, seluruh aktivitas Indra Sjafri, baik sebagai head coach Timnas U22 maupun Direktur Teknik, di lingkungan PSSI resmi selesai. Pelatih berusia 62 tahun tersebut menerima keputusan ini dengan lapang dada.

SEA Games 2025 menjadi catatan tersendiri bagi Indra Sjafri. Setelah sukses mempersembahkan medali emas SEA Games 2023, Garuda Muda gagal mempertahankan prestasi juara bertahan karena tersingkir lebih awal di fase grup.***