POLAJABAR.COM - Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) untuk jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri di wilayah Kabupaten Bekasi pada tahun ini dilaporkan berjalan sangat lancar. Proses pendaftaran berlangsung tanpa adanya gejolak berarti yang mengganggu jalannya kegiatan.
Secara signifikan, minimnya gangguan ini terlihat dari hampir tidak terdengarnya keluhan resmi di lapangan. Bahkan, protes atau ketidakpuasan dari kalangan orang tua murid di ranah media sosial pun nyaris tidak terlihat sepanjang proses berlangsung.
Keberhasilan ini ternyata bersumber dari sebuah strategi sederhana yang diterapkan oleh Pemerintah Kabupaten Bekasi. Strategi utama yang diandalkan adalah memaksimalkan penggunaan teknologi perangkat telepon pintar atau ponsel pintar oleh masyarakat.
Inovasi ini bertujuan menghilangkan kerumitan yang sebelumnya sering terjadi, di mana orang tua harus mencari akses ke perangkat komputer atau laptop untuk mendaftar. Kini, pendaftaran dapat diselesaikan sepenuhnya hanya dengan genggaman tangan.
Para orang tua murid kini dapat menyelesaikan seluruh proses pendaftaran sekolah melalui aplikasi khusus bernama Bebunge. Aplikasi ini dirancang untuk memberikan kemudahan aksesibilitas bagi seluruh lapisan masyarakat yang membutuhkan layanan administrasi kependidikan ini.
Kepala Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Diskominfosantik Kabupaten Bekasi, Bahrul Ulum, memberikan keterangan mengenai keberhasilan sistem tersebut. Beliau menekankan bahwa kemudahan akses adalah tujuan utama dari implementasi teknologi ini.
"Alhamdulillah, karena memang niat kami dari awal itu untuk memudahkan sehingga orang tua juga mengaksesnya cukup mudah, tanpa kesulitan-kesulitan," kata Bahrul Ulum saat memberikan keterangan dalam rilis yang diterima detikJabar pada Senin, 6 Juli 2026.
Penyelenggaraan SPMB yang sukses dan minim friksi ini menunjukkan efektivitas dari adopsi digitalisasi layanan publik di sektor pendidikan Kabupaten Bekasi. Hal ini menjadi sebuah pencapaian positif bagi pemerintah daerah dalam meningkatkan pelayanan publik.
Dikutip dari detikJabar, strategi digital yang berfokus pada kemudahan pengguna (user-friendly) ini patut menjadi contoh bagi daerah lain dalam mengelola proses penerimaan siswa baru secara modern.
