POLA JABAR - Meskipun sentimen global cenderung positif, pergerakan nilai tukar rupiah diprediksi masih akan tertahan pada Senin pagi ini. Para pelaku pasar terpantau sedang mengambil posisi menunggu (wait and see) terhadap rilis data ekonomi penting Indonesia.

Fokus utama investor tertuju pada pengumuman data perdagangan dan inflasi tahunan (year on year) yang dijadwalkan rilis hari ini. Inflasi Indonesia diperkirakan akan mengalami penurunan dari level 3,48 persen menjadi 3,0 persen. Selain itu, neraca perdagangan Indonesia diproyeksikan masih akan mencatatkan surplus sebesar 4 miliar dolar AS.

Pada pembukaan perdagangan Senin pagi, rupiah bergerak datar di level Rp17.337 per dolar AS, sama dengan posisi penutupan sebelumnya. Analis memperkirakan penguatan rupiah mungkin akan terbatas selama data ekonomi domestik tersebut belum secara resmi dipublikasikan ke pasar.

Kombinasi antara data ekonomi dalam negeri yang stabil dan melemahnya dolar AS akan menjadi faktor penentu posisi rupiah di sisa hari perdagangan.***