POLA JABAR – Jawa Barat kembali mencatat prestasi gemilang di sektor investasi. Sepanjang Januari hingga September 2025, provinsi ini berhasil merealisasikan investasi sebesar Rp218,2 triliun, atau sekitar 15,2 persen dari total investasi nasional.
Capaian ini meningkat 18 persen dibandingkan tahun 2024 yang mencapai Rp184,89 triliun.
Dampaknya pun terasa langsung terhadap lapangan pekerjaan dengan penyerapan 303.469 tenaga kerja, naik 4,45 persen dari tahun sebelumnya.
“Angka investasi ini diharapkan terus meningkat seiring masuknya investasi baru di berbagai kawasan industri seperti Rebana, Bekasi, dan Bandung Raya,” ujar Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jawa Barat, Dedi Taufik, dikutip dari laman resmi jabarprov.go.id, Rabu 22 Oktober 2025.
Dari total tenaga kerja yang terserap, 175.385 orang berasal dari investasi dalam negeri (PMDN), dan 128.084 orang dari investasi asing (PMA). Sebagian besar bekerja di sektor manufaktur dan jasa penunjang industri.
Salah satu contohnya adalah perusahaan kendaraan listrik BYD di Kabupaten Subang, yang baru-baru ini menyerap 4.500 tenaga kerja terampil bersertifikat.
Capaian ini menegaskan bahwa derasnya arus investasi di Jabar turut berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pembukaan lapangan kerja baru.
Untuk menjaga tren positif ini, Pemprov Jabar terus melakukan transformasi layanan investasi agar lebih cepat, transparan, dan terintegrasi.
Salah satunya melalui sistem KUJANG (Kumpulan Layanan Perizinan Jawa Barat Terintegrasi) yang memudahkan pelaku usaha mengurus perizinan di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.