POLA JABAR - Transparansi dan ketepatan sasaran menjadi fokus utama Kementerian Sosial dalam mengelola anggaran negara. Di balik kabar penambahan penerima baru, pemerintah juga bersikap tegas dengan melakukan pembersihan data (cleansing) terhadap ribuan penerima yang dianggap sudah tidak layak lagi mendapatkan bantuan.
Sebanyak 11.014 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) resmi dikeluarkan dari daftar penerima atau mengalami graduasi. Langkah ini diambil setelah proses verifikasi lapangan menunjukkan bahwa para penerima tersebut masuk dalam kategori inclusion error, yakni kelompok yang sudah tidak lagi tergolong miskin atau rentan.
Pembersihan data ini sangat penting untuk memberikan ruang bagi warga lain yang jauh lebih membutuhkan. Pemerintah berupaya meminimalkan kesalahan data agar bansos tidak salah sasaran. Proses ini dilakukan secara rutin melalui pemutakhiran data yang melibatkan tingkat kesejahteraan atau desil masing-masing keluarga secara akurat.
Graduasi peserta bansos menunjukkan adanya dinamika tingkat kesejahteraan di masyarakat. Dengan sistem ini, bantuan sosial diharapkan menjadi batu loncatan bagi warga untuk mandiri, sehingga kuota yang ditinggalkan bisa dialihkan kepada mereka yang benar-benar masih berada di bawah garis kemiskinan.***