POLA JABAR – Bagi mereka yang baru saja terjun ke dunia investasi, melihat grafik IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan) yang berwarna merah atau menurun sering kali memicu rasa cemas.
Ada kekhawatiran bahwa uang yang ditanamkan akan hilang seketika. Namun, benarkah kondisi pasar yang sedang bearish harus selalu ditakuti?
Mari kita bedah secara sederhana agar kamu tetap tenang dalam berinvestasi:
1. Merah Bukan Berarti Rugi Realitas
Dalam investasi saham atau reksa dana, penurunan harga disebut sebagai unrealized loss (kerugian yang belum terealisasi).
Kamu baru benar-benar rugi jika kamu menjual aset tersebut saat harganya sedang turun. Jika kamu tetap menyimpannya, ada peluang harga akan kembali naik di masa depan.
2. Gunakan Strategi Dollar Cost Averaging
Bagi pemula, metode mencicil atau Dollar Cost Averaging adalah pilihan paling aman.
Caranya adalah dengan rutin berinvestasi dalam jumlah yang sama setiap bulan, tanpa mempedulikan harga sedang naik atau turun. Saat IHSG sedang merah, kamu justru mendapatkan jumlah unit yang lebih banyak dengan nilai uang yang sama.