POLA JABAR – Salah satu tantangan terbesar orang tua adalah menghadapi kenaikan biaya pendidikan yang rata-rata mencapai 10% hingga 15% per tahun.

Tanpa perencanaan yang matang, biaya masuk sekolah atau kuliah bisa menjadi beban finansial yang berat di masa depan. Kuncinya bukan hanya pada seberapa banyak Anda menabung, tapi seberapa tepat Anda menghitungnya.

Berikut adalah langkah-langkah praktis untuk menghitung dana pendidikan anak agar masa depan mereka tetap terjamin:

1. Riset Biaya Sekolah Saat Ini

Langkah pertama adalah menentukan target sekolah. Cari tahu berapa biaya masuk (uang pangkal) dan SPP bulanan sekolah tersebut saat ini. Lakukan riset mulai dari jenjang TK, SD, SMP, SMA, hingga Perguruan Tinggi yang Anda impikan untuk anak.

2. Hitung Faktor Inflasi Pendidikan

Ingat, biaya sekolah hari ini tidak akan sama dengan 5 atau 10 tahun ke depan. Gunakan rumus sederhana untuk memperkirakan kenaikan harga. Jika biaya kuliah saat ini adalah Rp50.000.000 dan anak Anda baru akan kuliah 10 tahun lagi, dengan asumsi inflasi 10% per tahun, maka biayanya bisa melonjak menjadi sekitar dua kali lipat lebih.

3. Tentukan Jangka Waktu Menabung

Hitung berapa lama waktu yang Anda punya sebelum dana tersebut digunakan. Misalnya, jika anak Anda saat ini berusia 2 tahun dan akan masuk SD di usia 7 tahun, berarti Anda memiliki waktu 5 tahun untuk mengumpulkan dana pendidikan SD. Semakin panjang jangka waktunya, semakin ringan cicilan bulanan yang perlu Anda sisihkan.