POLAJABAR.COM - Penemuan mengejutkan baru-baru ini mengungkap skala jaringan mikroorganisme yang tersembunyi di bawah permukaan Bumi, seringkali diibaratkan sebagai "internet alami" planet kita. Jaringan jamur bawah tanah ini ternyata memiliki dimensi yang luar biasa masif dan melampaui imajinasi umum.
Studi mutakhir yang dipublikasikan dalam jurnal Science berhasil memetakan secara komprehensif infrastruktur biologis bawah tanah ini. Hasil pemetaan menunjukkan bahwa panjang total jaringan jamur tersebut diperkirakan mencapai 110 kuadriliun kilometer.
Jika seluruh jaringan jamur mikoriza tersebut ditarik menjadi satu garis lurus, panjangnya akan sangat signifikan. Jarak tersebut diklaim mampu menjangkau sistem bintang lain, bahkan membelah sebagian besar wilayah galaksi Bima Sakti.
Fokus utama penelitian ini adalah pada jamur mikoriza arbuskular, yang berperan jauh lebih penting daripada sekadar mikroorganisme biasa. Mereka merupakan fondasi tersembunyi yang menyokong kesehatan tanah di seluruh planet kita.
Peran ekologis jamur ini sangat vital bagi kehidupan di darat. Mereka bertanggung jawab dalam proses sirkulasi air dan penyaluran nutrisi esensial ke akar tumbuhan.
Lebih jauh lagi, jaringan jamur ini bertindak sebagai pahlawan iklim yang tidak terduga. Mereka memiliki kemampuan untuk mengunci cadangan karbon dalam jumlah yang sangat besar di dalam tanah.
Data kuantitatif lain yang diperoleh dari studi tersebut memberikan gambaran tentang biomassa global jaringan jamur ini. Total berat jaringan jamur di seluruh dunia diperkirakan mencapai sekitar 300 megaton.
Angka 300 megaton tersebut setara dengan empat hingga enam kali lipat total berat seluruh populasi manusia yang mendiami Bumi saat ini. Hal ini menunjukkan betapa besarnya kontribusi mikroorganisme ini terhadap massa biologis planet.
Konsentrasi massa terbesar dari jaringan jamur ini terdeteksi di lingkungan tertentu. Sekitar 40% dari total massa tersebut ditemukan terkonsentrasi di padang rumput dataran tinggi dan ekosistem lahan basah.