POLAJABAR.COM - Piala Dunia 2026 menjadi ajang pembuktian signifikan bagi perkembangan sepak bola Asia, di mana Tim Nasional Jepang menampilkan performa impresif yang menggabungkan disiplin taktis dengan semangat juang tinggi. Meskipun langkah mereka terhenti di babak 16 besar, penampilan skuad Samurai Biru di bawah arahan pelatih Hajime Moriyasu patut diapresiasi sebagai penanda kebangkitan kekuatan dari Timur.

Keberhasilan Jepang di turnamen ini menegaskan bahwa pembinaan usia muda yang terstruktur di negara tersebut telah berhasil menghasilkan pemain yang tidak hanya kuat secara fisik, tetapi juga cerdas dalam menerapkan strategi permainan. Hasil nyata ini merupakan buah dari kompetisi domestik J-League yang kuat dan integrasi sistematis pemain dengan klub-klub elit Eropa.

Jepang memulai turnamen dengan berada di Grup F, dan secara mengejutkan mereka mampu keluar sebagai runner-up grup tanpa menelan satu pun kekalahan. Mereka mengumpulkan lima poin dari satu kemenangan dan dua hasil imbang, menjadikan mereka wakil Asia pertama yang memastikan tempat di babak 32 besar.

Perjalanan di fase grup diwarnai laga-laga emosional, dimulai dengan menahan imbang raksasa Eropa, Belanda, dengan skor ketat 2-2 pada pertandingan pembuka. Keberanian Jepang dalam menyerang membuat pertahanan Belanda kerepotan, sekaligus menunjukkan kapasitas mental tim untuk bangkit dari posisi tertinggal.

Tren positif tersebut berlanjut ketika mereka melibas Tunisia dengan skor telak 4-0, menampilkan efektivitas penyelesaian akhir yang luar biasa. Gol-gol dalam kemenangan itu terdistribusi merata melalui kaki pemain kunci seperti Daichi Kamada dan Ayase Ueda, menandai kedalaman serangan tim.

Tiket babak gugur dipastikan setelah Jepang bermain imbang 1-1 melawan Swedia, di mana Daizen Maeda sempat membawa keunggulan sebelum disamakan oleh Anthony Elanga. Hasil imbang ini cukup untuk mengamankan posisi kedua grup, sekaligus menegaskan organisasi permainan Jepang yang sangat rapi di bawah kendali taktis Moriyasu.

Pertemuan menentukan di babak 32 besar mempertemukan Jepang dengan juara Grup C, Brasil, dalam laga yang digelar di NRG Stadium, Houston pada 29 Juni 2026. Jepang sempat mengejutkan publik saat gelandang Kaishu Sano mencetak gol spektakuler pada menit ke-29, membawa Jepang memimpin 1-0.

Namun, kematangan mental Brasil mulai mendominasi di babak kedua, ketika Casemiro menyamakan kedudukan melalui sundulan memanfaatkan bola mati pada menit ke-56. Setelah Jepang menampilkan pertahanan disiplin di babak perpanjangan waktu, mimpi mereka pupus akibat gol kemenangan dramatis Gabriel Martinelli pada menit ke-90+6, mengakhiri perjuangan mereka dengan skor akhir 1-2.

Meskipun terhenti, Jepang mencetak sejarah baru dengan mencapai fase gugur untuk kelima kalinya sepanjang partisipasi mereka, dan ini merupakan pencapaian babak gugur dalam tiga edisi Piala Dunia secara beruntun. Pencapaian ini menyamai rekor terbaik mereka saat menjadi tuan rumah pada edisi 2002.