POLAJABAR - Menurut catatan yang ada, Madura United tampaknya kerap gagal mendapatkan kemenangan di kandangnya sendiri.

Pun saat menjamu Persija Jakarta pada laga pekan ke-10, di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan, pada 24 Oktober 2025 kemarin.

Laskar Sape Kerrab ditundukan Macan Kemayoran dengan skor tipis, yakni 0-1 di kandangnya sendiri.

Kondisi tersebut tak pelak mendapatkan sorotan dari para suporternya, agar Madura United segera berbenah untuk bisa mendapatkan hasil maksimal.

Dilansir dari laman ilegue. Terkait kritikan yang dilontarlan tersebut, Manajer tim Madura United Umar A. Wahdin menerimanya dengan tangan terbuka.

Namun, dengan catatan, kritikan yang konstruktif dan tidak menyudutkan beberapa pihak atau individu.

"Tentu saja kritik itu selama disampaikan dengan cara yang santun tanpa harus mendiskreditkan salah satu pihak atau individu per individu, tentunya kami akan menerimanya dengan lapang dada dan menjadikan itu bagian dari sebuah saran yang membangun," ujar Umar.

Umar memandang, bahwa suporter merupakan sebagai, oleh sebab itu ia mengatakan, keduanya tidak bisa dipisahkan karena saling berkaitan.

"Kami tentunya tidak bisa melepaskan diri dari suporter. Artinya, kami ketahui bersama bahwa fans adalah bagian tidak terpisahkan dari sebuah klub, kami ada karena mereka, mereka ada karena kami. Artinya ini sebuah simbiosis mutualisme," tambahnya.