POLA JABAR – Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat bersiap menggelar Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Anggaran 2026. Kepala Dinas Pendidikan Jabar, Purwanto, menyatakan bahwa momentum penerimaan tahun ini merupakan fondasi penting dalam memberikan jaminan layanan pendidikan bermutu yang dapat diakses oleh semua lapisan masyarakat tanpa terkecuali.
Langkah ini dipandang bukan sekadar rutinitas birokrasi tahunan, melainkan wujud nyata dari komitmen pemerintah dalam menerapkan keterbukaan informasi dan keadilan sosial bagi seluruh calon peserta didik.
“SPMB merupakan salah satu tahapan strategis dalam sistem pendidikan karena menjadi pintu awal dalam memastikan setiap anak di Jawa Barat memperoleh akses pendidikan yang adil, merata, dan berkualitas,” ujarnya, Senin (18/5/2026).
Guna meminimalisir kendala di lapangan, Disdik Jabar menerapkan skema Pemetaan Calon Murid Baru (PCMB). Melalui inovasi ini, data mengenai preferensi sekolah, jalur pendaftaran yang dipilih, serta latar belakang kondisi para lulusan SMP/MTs sederajat dapat terpetakan dengan akurat secara digital.
"Pemetaan tahun ini tidak sekadar pendataan, tetapi menjadi instrumen strategis dalam penyaluran peserta didik, perencanaan daya tampung, serta pelaksanaan SPMB yang objektif dan tepat sasaran," terang Kadisdik.
Berdasarkan data statistik makro, total daya tampung sekolah tingkat menengah (SMA, SMK, dan MA) di wilayah Jawa Barat tahun ini berada dalam posisi aman. Kuota kursi yang tersedia di sekolah negeri maupun swasta mencapai 909.183 bangku, jumlah yang melebihi total kelulusan siswa tingkat pertama yang tercatat sebanyak 826.996 anak.
Secara akumulatif, rasio daya tampung negeri menyumbang persentase sekitar 43,9%, sementara sisa kebutuhan ruang kelas diakomodasi oleh institusi pendidikan swasta yang tersebar di berbagai kabupaten dan kota.
Ada yang berbeda dalam pelaksanaan SPMB kali ini. Berlandaskan payung hukum Keputusan Gubernur yang diterbitkan pada pertengahan Mei 2026, Jawa Barat resmi mengoperasikan program Sekolah Manusia Unggul atau yang disingkat "Maung".
Inisiatif terobosan ini didesain secara khusus untuk mengasah bakat-bakat istimewa anak didik agar memiliki kompetensi tingkat tinggi dan berkarakter kuat.