POLAJABAR.COM - Memasuki bulan kedua musim kemarau, kondisi kekeringan semakin parah melanda wilayah Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Dampak signifikan dirasakan oleh warga di dua dusun di Desa Kertanegla, Kecamatan Bojonggambir.
Sebanyak kurang lebih 600 Kepala Keluarga (KK) yang mendiami Dusun Cipari dan Dusun Cipatat kini menghadapi krisis air bersih yang mengancam pemenuhan kebutuhan harian mereka. Situasi ini memaksa warga mencari sumber air alternatif di tengah keterbatasan yang ada.
Satu-satunya sumber air yang masih tersisa dan dapat diandalkan oleh ratusan warga tersebut adalah fasilitas air yang tersedia di lingkungan Masjid Al Ihsan. Sumur-sumur milik pribadi warga di rumah masing-masing dilaporkan telah mengering total akibat kemarau panjang.
Kondisi ini memicu antrean panjang dan sistem bergantian di pelataran Masjid Al Ihsan, yang menjadi pusat penampungan air darurat bagi masyarakat setempat. Warga dari berbagai usia, termasuk ibu rumah tangga dan remaja, terlihat sibuk mengangkut air untuk dibawa pulang.
Situasi sulit ini telah berlangsung sejak beberapa waktu terakhir, di mana ketergantungan pada satu sumber air semakin meningkat seiring bertambahnya hari tanpa hujan. Kebutuhan domestik menjadi tantangan utama yang harus diatasi setiap hari.
Seorang warga bernama Imas mengungkapkan kondisi memprihatinkan yang sedang mereka hadapi saat ditemui pada hari Senin, 29 Juni 2026. Warga harus berjuang mendapatkan pasokan air bersih untuk keperluan sehari-hari.
"Lagi ambil air di mesjid dah kekeringan kemarau dua bulan teh ke masjid gak ada kering sumur warga," kata Imas, memberikan kesaksian mengenai lamanya musim kemarau yang telah berdampak pada kekeringan sumur warga.
Keterangan Imas diperkuat oleh fakta bahwa kemarau telah berlangsung selama dua bulan penuh, yang menyebabkan sumber air bawah tanah di area permukiman tersebut benar-benar surut. Kondisi ini memerlukan perhatian dan penanganan segera dari pihak terkait.
Dilansir dari sumber berita terkait, warga berharap bantuan distribusi air bersih dapat segera dilakukan untuk meringankan beban mereka dalam mengakses kebutuhan vital ini.