POLAJABAR.COM - Kota Bandung pernah meluncurkan sebuah inisiatif ambisius untuk memodernisasi sistem transportasi publiknya melalui program yang dikenal sebagai 'Angkot Pintar'. Program ini merupakan bagian dari upaya peremajaan armada angkutan kota di wilayah tersebut.

Wacana mengenai program ini mulai mengemuka dan mendapatkan perhatian ketika purwarupa angkutan listrik bernama Angkutan Kota Listrik untuk Negeri atau Angklung diresmikan pada akhir Oktober 2025. Peresmian ini menandai langkah awal menuju implementasi konsep angkot modern tersebut.

Namun, setelah berjalan kurang lebih setahun sejak diperkenalkan, kemajuan signifikan pada proyek 'Angkot Pintar' ini dilaporkan belum tercapai secara maksimal. Hambatan utama yang dihadapi dalam mewujudkan rencana besar ini telah teridentifikasi secara jelas.

Faktor utama yang menghambat kelanjutan proyek ini adalah persoalan pendanaan dan biaya investasi yang dinilai sangat mahal. Kebutuhan modal yang tinggi menjadi penghalang serius bagi terealisasinya program ini dalam skala yang lebih luas.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, memberikan keterangan mengenai evaluasi terkini terhadap proyek tersebut pada hari Senin, 29 Juni 2026. Ia menyampaikan hasil kajian mengenai kondisi operasional purwarupa yang telah ada.

Adanya kendala finansial ini memicu perlunya peninjauan ulang terhadap strategi implementasi ke depannya. Meskipun demikian, aspek teknis operasional dari konsep yang diusung mendapat apresiasi positif dalam evaluasi tersebut.

"Angkot Pintar hasil evaluasi menunjukkan bahwa secara operasional sih sudah bagus banget, secara operasional ya. Tetapi masalahnya pengadaannya tidak murah sama sekali," kata Wali Kota Bandung Muhammad Farhan, Senin (29/6/2026).

Dilansir dari beberapa sumber terkait, pernyataan Wali Kota tersebut menegaskan bahwa sementara aspek kinerjanya memuaskan, realisasi pengadaan unit angkutan pintar memerlukan alokasi dana yang tidak sedikit. Hal ini menjadi titik kritis evaluasi saat ini.

Proyek peremajaan angkot ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan transportasi umum di Bandung, namun tantangan biaya investasi menjadi pekerjaan rumah besar bagi pemerintah kota untuk mencari solusi pendanaan yang berkelanjutan.