POLA JABAR – Mobil asal Jerman dikenal karena kualitas, performa, dan kemewahannya.
Namun, di balik semua keunggulan itu, ada sejumlah kelemahan yang membuat sebagian orang di Indonesia justru lebih memilih mobil buatan Jepang.
Dari biaya perawatan hingga efisiensi bahan bakar, mobil Jerman punya beberapa hal yang dianggap kurang praktis untuk pasar negara berkembang.
Berikut beberapa kelemahan mobil Jerman dibandingkan mobil Jepang.
1. Harga Beli yang Lebih Mahal
Salah satu kendala utama mobil Jerman adalah harga jual yang tinggi. Karena termasuk dalam kategori mobil premium, harga mobil Jerman bisa jauh lebih mahal dibandingkan mobil Jepang dengan spesifikasi serupa.
Hal ini membuat mobil Jerman sulit dijangkau oleh sebagian besar konsumen di Indonesia.
2. Biaya Perawatan dan Suku Cadang yang Tinggi
Perawatan mobil Jerman memerlukan suku cadang asli dan teknisi khusus, yang biayanya relatif mahal.