POLA JABAR – Kerinduan global terhadap kehadiran penuh boy group fenomenal BTS akhirnya terbayar tuntas melalui rangkaian tur dunia terbaru mereka yang bertajuk “ARIRANG”. Di tengah kemeriahan tur yang menyedot perhatian jutaan pasang mata tersebut, salah satu anggotanya, Jungkook, baru-baru ini mencurahkan isi hatinya mengenai makna mendalam di balik kembalinya mereka ke atas panggung megah.

Dalam wawancara bersama Harper’s Bazaar Korea yang dikutip Soompi, Jungkook mengaku konser pembuka tur di Stadion Goyang, Korea Selatan, menjadi momen emosional setelah cukup lama BTS tidak menggelar konser bersama. Stadion yang dipenuhi lautan cahaya lightstick tersebut menjadi saksi bisu kembalinya energi luar biasa dari ketujuh anggota BTS dalam satu formasi utuh.

Pengalaman Berbeda di Hadapan ARMY

Bagi Jungkook, meskipun persiapan fisik dan teknis telah dilakukan secara maksimal selama berbulan-bulan, atmosfer nyata di stadion tetap memberikan kejutan emosional yang tak terduga. Getaran dari setiap teriakan penggemar memberikan dampak psikologis yang positif bagi sang Golden Maknae.

Menurut Jungkook, meskipun dirinya dan para anggota telah mempersiapkan pertunjukan dengan sangat matang, ia tetap merasakan pengalaman yang berbeda saat kembali tampil di depan penggemar. Hal ini membuktikan bahwa bagi BTS, konser bukan sekadar rutinitas profesional, melainkan sebuah pertukaran energi yang sangat personal dengan para penggemar setia mereka, ARMY.

Ia mengatakan bahwa berada di atas panggung menjadi tempat di mana dirinya merasa paling menjadi diri sendiri. Sorakan penonton, bernyanyi, dan menari di tengah suasana konser disebut memberi perasaan hidup yang sulit dijelaskan. Di panggung itulah, segala beban dan tekanan seolah sirna, berganti dengan luapan ekspresi seni yang murni.

Seni yang Mengandalkan Insting dan Emosi

Selain membahas mengenai tur dunia, Jungkook juga memberikan sedikit bocoran mengenai proses kreatifnya dalam bermusik. Sebagai seorang artis yang selalu berevolusi, ia mengungkapkan bahwa dirinya tidak terlalu menyukai batasan-batasan teknis yang kaku saat sedang menciptakan sebuah karya.

Jungkook juga mengungkapkan bahwa dalam proses berkarya, dirinya lebih mengandalkan emosi dan insting dibanding pendekatan yang terlalu logis. Ia merasa lebih nyaman mengekspresikan suasana hati dan atmosfer suatu momen melalui musik. Pendekatan inilah yang membuat lagu-lagu Jungkook, baik solo maupun bersama grup, selalu terasa jujur dan mampu menyentuh hati pendengar di seluruh dunia.