POLA JABAR - Selama ini, pembukaan program studi di perguruan tinggi cenderung hanya mengikuti tren minat masyarakat atau pendekatan berbasis pasar. Namun, pola ini dinilai berbahaya karena berisiko menciptakan ledakan lulusan di sektor yang sebenarnya sudah jenuh.

Pihak Kemendikti Saintek mengamati bahwa banyak kampus terus menambah kuota pada prodi yang diminati pasar tanpa mempertimbangkan keseimbangan kebutuhan tenaga kerja nasional.

Jika tidak dikendalikan, fenomena ini dikhawatirkan akan merembet ke sektor strategis lainnya, termasuk kedokteran.

Pemerintah menekankan pentingnya keselarasan (match) antara arah pendidikan tinggi dengan strategi pertumbuhan ekonomi masa depan agar bonus demografi Indonesia tidak terbuang sia-sia dan lulusan sarjana dapat berkontribusi langsung pada pembangunan.

Ke depannya, pemerintah bersama konsorsium perguruan tinggi akan lebih ketat dalam merumuskan izin pembukaan prodi baru agar sesuai dengan kebutuhan riil tenaga kerja di masa depan.***