POLA JABAR – Banyak kendaraan keluaran terbaru dirancang dengan teknologi mesin berkompresi tinggi.

Mesin seperti ini menuntut kualitas bahan bakar yang lebih baik, termasuk angka oktan atau Research Octane Number (RON) yang lebih tinggi.

Jika terus menggunakan bensin ber-RON rendah, ada sejumlah risiko yang bisa muncul dan berdampak pada performa hingga umur mesin.

Berikut beberapa risiko yang perlu diperhatikan.

1. Meningkatnya Risiko Knocking (Ngelitik)

Mesin modern sangat sensitif terhadap kualitas bahan bakar. Jika bensin memiliki RON terlalu rendah, pembakaran bisa terjadi sebelum waktunya (pre-ignition), memicu bunyi knocking. Jika dibiarkan, knocking dapat menyebabkan kerusakan fisik pada piston dan komponen ruang bakar.

2. Performa Mesin Menurun

Bensin RON rendah tidak mampu mengikuti kebutuhan kompresi mesin modern. Akibatnya, tenaga yang dihasilkan jadi tidak maksimal. Performa terasa lebih berat, akselerasi lambat, dan kendaraan terasa seperti tertahan saat digas.

3. Konsumsi BBM Jadi Lebih Boros