POLA JABAR – Banyak dari kita yang membeli sepatu running bukan untuk lari, melainkan untuk jalan santai di taman atau sekadar berjalan-jalan di mal karena rasanya yang empuk.
Namun, para ahli ortopedi dan produsen sepatu sebenarnya tidak menyarankan penggunaan sepatu lari untuk aktivitas jalan kaki (walking).
Mengapa demikian? Ternyata, cara kaki kita menyentuh tanah saat lari dan jalan sangatlah berbeda.
Berikut adalah alasan ilmiah dan risiko kesehatan yang mengintai jika kamu salah memilih sepatu:
1. Titik Benturan yang Berbeda
Saat berlari, titik benturan utama biasanya berada di bagian tengah kaki (midfoot) atau bagian depan (forefoot), dengan tekanan mencapai 2-3 kali berat badan.
Oleh karena itu, sepatu running dirancang memiliki bantalan (cushioning) yang tebal di bagian tersebut. Sedangkan saat berjalan, kita melakukan gerakan heel-to-toe (tumit menyentuh tanah terlebih dahulu baru kemudian jari kaki).
Sepatu jalan membutuhkan bantalan yang lebih besar di tumit daripada di bagian depan.