POLA JABAR – Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyiapkan berbagai langkah untuk menghadapi potensi bencana alam pada puncak musim hujan.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menekankan kebutuhan ambulans khusus yang bisa melewati jalan rusak dan curam, serta rumah sakit terapung untuk wilayah utara dan selatan Jabar.

KDM, sapaan akrab Dedi Mulyadi, menyebut, empat rumah sakit terapung akan disiapkan pada tahap awal. Selain itu, motor dan mobil darurat juga disiapkan untuk mempercepat penanganan korban. Semua kesiapsiagaan ini membutuhkan anggaran khusus, termasuk uang tanggap darurat bencana.

“Kami buat call center di Gedung Sate sebagai pusat koordinasi. Seluruh komponen mulai dari TNI, Polri, Basarnas, Dinas Kesehatan, hingga BMKG akan terhubung di sini untuk memastikan kesiapsiagaan cepat dan tepat,” ujar KDM pada Apel Siaga Tanggap Bencana Polda Jabar, Rabu 5 November 2025.

Kapolda Jabar Irjen Pol Rudi Setiawan memberikan apresiasi atas langkah Pemprov Jabar dan menyebut sebanyak 2.500 personil dilibatkan, termasuk relawan dan Pramuka, untuk antisipasi bencana. Sejak Januari 2025, tercatat 1.500 kejadian bencana di Jawa Barat.

Data BNPB hingga 19 Oktober 2025 menunjukkan di seluruh Indonesia terjadi 2.606 bencana alam, termasuk banjir, cuaca ekstrem, kebakaran hutan, tanah longsor, gempa bumi, dan erupsi gunung berapi. Dampaknya, ribuan orang meninggal, hilang, luka-luka, serta jutaan harus mengungsi.

Pemprov Jabar berharap langkah-langkah ini memperkuat kesiapsiagaan dan mitigasi bencana, sekaligus meminimalkan risiko bagi masyarakat.***