POLAJABAR.COM - Di jantung kawasan wisata Pantai Timur Pangandaran, berdiri sebuah warung makan yang memiliki nama unik dan menarik perhatian para pelancong. Warung tersebut dikenal dengan papan nama sederhana bertuliskan "Ubar Puyeng," yang mengundang rasa penasaran setiap pengunjung yang melintas.
Nama "Ubar Puyeng" sendiri memiliki makna khusus dalam bahasa Sunda, yaitu berarti obat sakit kepala. Meskipun demikian, warung ini tidak menjual obat medis, melainkan menyajikan aneka hidangan tradisional Sunda yang menyegarkan.
Menu andalan yang ditawarkan mencakup hidangan populer seperti lotek, rujak, karedok, hingga gado-gado yang diracik dengan bumbu khas. Pilihan menu ini menunjukkan kekayaan cita rasa otentik Sunda yang dipertahankan oleh pemiliknya.
Warung legendaris ini telah menjadi bagian tak terpisahkan dari denyut nadi pariwisata Pangandaran selama lebih dari tiga puluh tahun lamanya. Kehadirannya telah menemani perjalanan kuliner wisatawan yang berkunjung ke wilayah tersebut.
Di balik kesuksesan dan nama besar warung ini, terdapat sosok Yayu Rohini yang kini berusia 59 tahun, sebagai penggerak utama operasionalnya. Ia adalah tulang punggung yang membangun bisnis ini dari nol.
Yayu Rohini telah mendedikasikan hidupnya sejak usia muda untuk menekuni usaha kuliner ini. Ia bergantung pada keahliannya dalam mengolah bumbu kacang dan kesegaran bahan-bahan sayuran lokal.
"Warung yang berada di Jalan Kidang Pananjung itu sudah menjadi bagian dari denyut wisata Pangandaran selama lebih dari tiga dekade," demikian deskripsi mengenai keberadaan warung tersebut, sebagaimana disampaikan oleh sumber berita.
Lebih lanjut, sumber tersebut menyoroti peran sentral sang pemilik, "Di balik kepopulerannya, terdapat sosok Yayu Rohini (59), perempuan yang sejak muda menggantungkan hidup dari ulekan bumbu kacang dan aneka sayuran segar."
Dikutip dari sumber berita, nama warung yang unik tersebut merupakan strategi pemasaran terselubung untuk menarik perhatian pengunjung yang mencari sesuatu yang berbeda di destinasi wisata pantai.