POLA JABAR – Setelah menanti selama 14 tahun sejak terakhir kali digelar pada 2012, ajang bola basket paling bergengsi di tanah air, IBL All Star 2026, resmi kembali menyapa publik Kota Bandung. Bertempat di Bandung Arena, ajang ini tidak hanya sekadar kompetisi olahraga, tetapi juga membawa misi besar untuk menghidupkan kembali gairah basket di ibu kota Jawa Barat.

Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas pemilihan Bandung sebagai tuan rumah. Bagi Pemkot, acara ini merupakan simbol kebangkitan sektor sport entertainment yang menggabungkan prestasi olahraga dengan industri kreatif.

Bandung Sebagai Pusat Sport Entertainment

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, dalam acara welcome dinner yang digelar di Pendopo Kota Bandung pada Jumat malam, 10 April 2026, menegaskan bahwa kehadiran bintang-bintang basket nasional ini merupakan peluang emas untuk memperkuat ekosistem kreatif di Bandung.

“Ini bukan sekadar pertandingan, tapi momentum untuk menunjukkan bahwa Bandung siap menjadi kota sport entertainment. Kita ingin menghadirkan pengalaman terbaik, baik bagi pemain maupun masyarakat,” ujar Farhan.

Farhan menilai visi penyelenggaraan IBL All Star sangat selaras dengan target Pemkot Bandung dalam mendorong pertumbuhan ekonomi melalui event berskala nasional. Menurutnya, setiap kegiatan besar harus memberikan nilai tambah bagi warga lokal.

“Bandung bukan hanya tempat penyelenggaraan, tetapi juga bagian dari pengalaman itu sendiri. Kita ingin setiap event memberikan dampak ekonomi, sosial, dan budaya bagi masyarakat,” katanya.

Basket dan Budaya Anak Muda Bandung

Lebih lanjut, Farhan bernostalgia mengenai kuatnya kultur basket di Bandung. Sejak dekade sebelumnya, basket telah menjadi identitas yang melekat erat di lingkungan pendidikan menengah dan tinggi di kota ini.