POLA JABAR – Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026 tidak hanya menilai hasil Tes Kompetensi Akademik (TKA) semata.

Walau TKA menjadi syarat penting untuk memvalidasi nilai rapor, penilaian SNBP tetap dilakukan secara menyeluruh dengan mempertimbangkan berbagai aspek prestasi siswa di sekolah.

Komponen utama dalam penilaian SNBP 2026 meliputi nilai rapor, yang mencerminkan performa akademik siswa dari semester pertama hingga kelima.

Selain itu, nilai mata pelajaran pendukung yang relevan dengan jurusan pilihan akan mendapat bobot lebih tinggi dalam proses seleksi.

Bagi siswa yang mendaftar ke program studi Seni dan Olahraga, komponen portofolio juga wajib disertakan sebagai bukti kemampuan praktikal.

Sementara itu, prestasi non-akademis seperti lomba, sertifikasi, atau karya ilmiah dapat menjadi nilai tambah yang signifikan.

Agar nilai TKA bisa dimanfaatkan secara maksimal, siswa perlu menyusun strategi dalam memilih dan mengerjakan mata uji.

TKA terdiri atas dua kategori, yaitu mata uji wajib (Matematika, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris) serta mata uji pilihan yang disesuaikan dengan jurusan yang dituju.

Misalnya, siswa yang ingin masuk ke Fakultas Teknik dapat memilih Fisika dan Kimia sebagai mata uji pilihan, sementara calon mahasiswa Sosial dan Humaniora bisa memilih Ekonomi atau Sosiologi.