POLA JABAR – Kenaikan harga plastik di Indonesia tidak lepas dari ketegangan geopolitik di Timur Tengah, terutama konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran. Sebagai pusat produksi minyak dunia, gangguan di wilayah tersebut memicu kekhawatiran tersendatnya pasokan energi global.

Masalah semakin pelik karena sebagian besar distribusi bahan baku plastik melewati Selat Hormuz yang kini menjadi titik konflik. Iran merupakan salah satu pemasok utama nafta untuk kebutuhan industri di Asia, termasuk Indonesia.

Data menunjukkan bahwa industri kemasan plastik kita masih sangat bergantung pada impor bahan baku hingga mencapai 55%. Dengan terganggunya jalur distribusi di Selat Hormuz, pasokan menjadi langka dan harga pun melonjak. Kondisi ini menjadi tantangan berat bagi industri dalam negeri yang mendominasi pasar kemasan hingga 67,61%.***